Hitungan Kasar, Kerugian Akibat Banjir Bima Hampir Rp 1 Triliun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 26 Desember 2016, 21:44 WIB
Hitungan Kasar, Kerugian Akibat Banjir Bima Hampir Rp 1 Triliun
Ilustrasi/Net
rmol news logo Penanganan dampak banjir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terus dilakukan, apalagi masa tanggap darurat baru akan berakhir pada 5 Januari nanti.

Begitu kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/12).

"Banjir memang sudah surut dan hanya menyisakan genangan dan lumpur di beberapa tempat," ujarnya.

Dijabarkan Sutopo bahwa sebanyak 105.753 jiwa terdampak langsung bencana banjir. Banjir juga merendam sebanyak 33 desa di 5 kecamatan di Kota Bima yang meliputi Kecamatan Rasanae Timur, Mpunda, Raba, Rasanae Barat, dan Asakota.

"Saat ini masih ada 8.491 jiwa pengungsi yang tersebar 30 titik," sambungnya.

Sutopo juga mengatakan bahwa hampir semua sektor kehidupan terdampak dari banjir. Bahkan diperkirakan kerugian dan kerusakan akibat banjir mencapai lebih dari Rp 1 trilyun.

"Berdasarkan perhitungan data sementara kerugian dan kerusakan akibat banjir sebesar Rp 984,4 milyar. Jumlah ini adalah estimasi kasar yang nanti akan dihitung lebih detil dengan menggunakan pendekatan Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan PascaBencana), sekaligus dihitung besarnya kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekontruksi," jabar Sutopo.

"Diperkirakan dampak ekonomi akan terus bertambah," pungkasnya.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA