Di tengah eskalasi konflik Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel yang kian memanas, langkah ini dinilai bukan sekadar diplomasi biasa, melainkan bagian dari operasi geopolitik yang terukur.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kunjungan tersebut mengandung pesan strategis yang kuat di tengah perubahan peta kekuatan global.
“Ini bukan kunjungan bilateral biasa. Ini adalah manuver geopolitik Indonesia untuk menjaga posisi di tengah pertarungan dua blok besar dunia,” kata Amir dalam keterangannya, dikutip Minggu 12 April 2026.
Menurut Amir, konflik Iran vs AS-Israel telah mempercepat pembentukan dua poros kekuatan global.
Di satu sisi terdapat AS dan sekutunya, sementara di sisi lain Rusia dan Iran semakin solid dalam kerja sama strategis -- meskipun sering dilakukan secara senyap.
Dalam konteks ini, Indonesia berada dalam posisi yang tidak sederhana. Saat ini Indonesia terlibat dalam Board of Peace (BoP), inisiatif perdamaian yang digagas Donald Trump untuk mendorong solusi konflik Palestina -- Israel.
Namun di bagian lainnya, Indonesia juga harus menjaga hubungan dengan Rusia yang memiliki kedekatan dengan Iran.
“Indonesia sedang memainkan politik luar negeri bebas aktif versi baru. Tidak condong ke Barat, tapi juga tidak meninggalkan Timur,” kata Amir.
BERITA TERKAIT: