Demikian harapan politikus Partai Golkar yang juga tokoh nasional dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Mara Satria Wangsa, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 27/8).
"Bukankah negara-negara kreditor selama ini sudah menikmati pembayaran bunga yang demikian besar," kata Lalu Mara.
Bila hal tersebut dilakukan Jokowi, jelas Lalu Mara, maka maka posisi keuangan negara (APBN) tidak terbebani oleh komponen bungan utang. Dan akselerasi pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat akan semakin cepat.
"Saya yakin keputusan Bapak Presiden terkait hal tersebut akan memperoleh dukungan dari seluruh rakyat Indonesia," kata Lalu Mara.
Pernyataan Lalu Mara ini terkait pengakuan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang mengakui kondisi Rancangan APBN (RAPBN) 2017 tidak sehat. Ini karena adanya defisit keseimbangan primer senilai Rp 111,4 triliun.
Keseimbangan primer adalah total penerimaan dikurangi belanja negara tanpa pembayaran bunga utang. Sri Mulyani mengatakan, bila keseimbangan primer ini defisit, itu berarti pemerintah menarik utang untuk membayar bunga utang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: