"Menurut saya ini sangat tidak sesuai dengan azas non-diskriminatif Golkar dan jelas terjadi inkonsistensi dalam konteks tata kelola kepartaian di Golkar," kata Poempida dalam keterangannya, Rabu (21/5).
Poempida mempertanyakan apa yang kemudian disebut oleh Akbar mengenai loyalitas pun akan menjadi sumir, apakah yang dimaksud itu loyalitas pada kewibawaan partai atau kebijakan seorang ketua umum. Pasalnya, jelas Golkar dalam berbagai sudut pandang AD/ART tidak dapat dipersonifikasi oleh seorang ketua umum.
Namun, lanjut Poempida, dirinya bisa pahami, Bang Akbar mengeluarkan statement seperti itu dalam konteks melegitimasi kebijakan pemecatan yang dikeluarkannya di tahun 2004 kepada Fahmi Idris Cs karena mendukung cawapres Jusuf Kalla yang dicalonkan oleh Partai Demokrat, SBY-JK.
"Tidak perlu kemudian saya ceritakan apa yang terjadi di 2004. Agar kemudian semua pihak belajar dari momen tersebut untuk kebaikan dan soliditas Golkar di masa yang akan datang. Ini 2014 bukan 2004, mari kita buat lembaran baru," tandas Anggota DPR ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: