Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menganggap desakan itu berpotensi memperkeruh situasi politik nasional.
“Pernyataan-pernyataan seperti ini sangat tendensius. Tidak hanya sekadar provokatif, sudah sangat tendensius,” kata Idrus di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Ia menilai narasi semacam itu juga patut dipertanyakan karena sering dibungkus atas nama demokrasi, namun justru cenderung memaksakan kehendak tanpa melalui mekanisme yang semestinya.
“Kalau mengatakan atas nama demokrasi, bukankah dengan cara seperti itu bagian dari cara memaksakan kehendak? justru secara diametral bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi,” lanjutnya.
Menurut Idrus, kritik seharusnya disampaikan dalam bentuk masukan konstruktif, bukan dengan mendorong delegitimasi pemerintahan yang baru berjalan. Ia menekankan bahwa setiap usulan perlu melalui proses dan tidak bisa dipaksakan untuk langsung diikuti pemerintah.
“Kalau Anda punya gagasan, silakan. Tapi jangan begitu masukkan Anda belum diterima, itu dilaksanakan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: