Transformasi ini dipimpin langsung oleh Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum. Jazuli merupakan murni kader internal, jebolan MTs dan MA Mathla'ul Anwar Teluk Ambulu Karawang.
Posisi Wakil Ketua Umum diisi oleh sejarawan muda sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, kemudian ada KH Abdul Fikri Faqih yang memiliki rekam jejak panjang di legislatif untuk memastikan lembaga pendidikan MA masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
Kekuatan ekonomi umat juga menjadi fokus dengan hadirnya anggota Komisi IV DPR, Arif Rahman yang juga merupakan zuriyah pendiri MA. Sementara itu, konektivitas pusat dan daerah diperkuat oleh anggota DPD RI, KH Muhammad Mursyid yang juga menjabat Ketua PW MA Riau.
Jajaran Waketum lainnya diisi oleh sosok berpengalaman seperti KH Zaenal Abidin Suja'i, Muhammad Arif Kirdiat yang dikenal sebagai tokoh relawan nasional, serta mantan Direktur LKBN Antara, Aat Surya Syafaat.
"Langkah strategis ini menandai fase baru MA untuk bermetamorfosis dari organisasi berbasis massa kuat menuju kekuatan yang mampu mempengaruhi arah kebijakan nasional maupun global," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Mei 2026.
Untuk urusan manajerial, posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo.
Meski dihuni deretan elite nasional, MA tetap menjaga ruh organisasinya. Para tokoh kultural dan sesepuh tetap menjadi pilar utama, seperti KH Embay Mulya Syarif yang kini menjabat Ketua Majelis Amanah dan KH Syibli Sarjaya sebagai Ketua Majelis Fatwa.
BERITA TERKAIT: