Penegasan tersebut tertuang dalam deklarasi bersama Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul di Rabat, Kamis, 30 April 2026.
Dalam forum strategis itu, Berlin menegaskan kembali sentralitas pendekatan otonomi di bawah kedaulatan Maroko serta komitmennya untuk menyesuaikan langkah diplomatik dan ekonomi berdasarkan posisi tersebut.
Republik Federal Jerman juga menyambut Resolusi 2797 Dewan Keamanan PBB yang menyatakan bahwa otonomi sejati di bawah kedaulatan Maroko dapat mewakili solusi yang paling layak bagi penyelesaian masalah regional terkait Sahara Maroko.
"Jerman menganggap rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko sebagai dasar yang serius dan kredibel untuk negosiasi menuju penyelesaian yang adil, langgeng, dan saling dapat diterima atas sengketa regional ini," isi deklarasi tersebut.
Jerman juga menyampaikan dukungan penuh dan tak tergoyahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB beserta Utusan Pribadinya dalam menjalankan serta memfasilitasi proses negosiasi berdasarkan rencana otonomi Maroko.
Dalam deklarasi itu pula, Berlin menyambut kesiapan Maroko untuk menjelaskan lebih lanjut bentuk konkret otonomi di bawah kedaulatan nasionalnya.
BERITA TERKAIT: