Begitu kesimpulan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN). Survei dilakukan 1-15 Oktober 2013, dan melibatkan 1.500 responden dari 34 Provinsi di Indonesia ditambah beberapa responden dari luar negeri yang memiliki hak pilih pada Pemilu mendatang.
"Jika Pemilu dilaksanakan hari ini, responden sebagian besar memilih PDIP disusul Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra dan PKS," ujar Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, di Jakarta (Minggu, 1/12).
Tingkat keterpilihan PDIP sebesar 17,3%, disusul Golkar 16,2% dan Partai Demokrat 13,1%. Menyusul diurutan empat Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 10,0%, kemudian PKS 6,1%, PAN 5,0%, PKB 4,5%, Hanura 4,3%, PPP 4,1%, Nasdem 3,6%, PBB 2,5%, dan PKPI 1,4%.
"Selebihnya, 10,9% responden belum menentukan pilihan," imbuh Yasin.
Yasin mengatakan telah terjadi perubahan peta kecenderungan pemilih dibanding pemilu 2009, dimana Partai Demokrat menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan suara 20,85% disusul Golkar 14,45% dan PDIP 14,03%. Pada Pemilu 2014 mendatang akan terjadi perseteruan sengit tiga parpol besar pemilu 2009 tersebut dengan Gerindra sebagai kuda hitam.
"Jika tidak ada kesalahan besar yang dilakukan PDIP dan tidak ada inovasi cemerlang yang dibuat oleh partai lain, maka PDIP akan mengulangi sejarah Pemilu 1999 dan menjadi pemenang pemilu 2014," demikian Yasin.
Survei LSIN ini mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan memperhatikan urban atau rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap Provinsi. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95% dengan margin of error sebesar plus minus 3,1%.
[dem]
BERITA TERKAIT: