"Belum bergeser dari posisi sebelumnya, PDIP dan Golkar masih menempati posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 19,4% dan 14,48%," kata Peneliti IRC, Yunita Mandolang, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/10).
Yunita menjelaskan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap PDIP hanya terjadi di Pulau Jawa, sedangkan di luar Jawa seperti di Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera dan sebagian Jawa Barat milik partai berlambang beringin.
Hasil ini merupakan hasil sementara diperoleh dari 8200 responden, atau sekitar 50 persen dari total keseluruhan responden yang disurvei IRC. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner pada 25 September lalu dengan domisili responden di 14 provinsi di Indonesia. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, ambang kesalahan kurang lebih 0,77 persen.
Untuk urutan ke tiga, kata Yunita, ada 3 parpol yang saling menyalip memperebutkan posisi ini. Jika dalam rilis pertama yang dirilis IRC pekan lalu, 21 Oktober 2013, saat data yang masuk dan diverifikasi sebesar 30 persen posisi ketiga, keempat, dan kelima berturut-turut ditempati oleh Demokrat, Hanura, dan Gerindra, maka kali ini posisi berubah menjadi Gerindra kemudian Demokrat dan Hanura.
"Gerindra 8,08%, Demokrat 7,79%, dan Hanura 7,13%," imbuhnya.
Yunita mengatakan pengambilalihan kursi Ketua Umum Demokrat oleh SBY nampaknya tetap saja tidak mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap bintang mercy. Bahkan, katanya, kebangkrutan politik akan terus dialami Demokrat jika Gerindra dan Hanura terus bisa mengakumulasi dukungan dan membangun kepercayaan publik.
"Apalagi kedua partai ini dikenal sebagai partai yang bersih," demikian Yunita.
[dem]
BERITA TERKAIT: