"Jangan-jangan kita terjebak dalam romantisme pergerakan mahasiswa," tandas Ketua Umum DPP Matahari Nusantara itu, dalam diskusi publik Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Perindo (Perisai Perindo) bertajuk "Masih Adakah Pergerakan Mahasiswa di Indonesia?" di kantor DPP Perindo, Jl Diponegoro 29, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5).
Menurutnya, pergerakan mahasiswa tidak melulu harus digambarkan dengan demonstrasi, terlebih saat kondisi politik sudah stabil.
"Jika politik stabil fungsi mahasiwa ada dua, yaitu menjaga moral bangsa dan sebagai gerakan intelektual," lanjutnya.
Mahasiswa, lanjut Bima, jangan terlalu jauh terjun ke politik, karena itu masuk lahannya partai politik.
Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa setiap era pergerakan mahasiswa memiliki karakter masing-masing. Karakter pergerakan ini sesuai dengan yang dihadapi zaman.
"Zaman dulu ada gerakan perintis dan pendobrak. Untuk saat ini karakter yang tepat adalah gerakan penata," tandasnya.
[rsn]
BERITA TERKAIT: