Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) FISIP Universitas Siliwangi periode 2026-2027, Restu Hanif Haidar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 12 April 2026.
“Mahasiswa harus kembali ke khitahnya sebagai moral force. Kita tidak boleh apatis. Justru di tengah situasi yang penuh tantangan ini, peran kritis mahasiswa sangat dibutuhkan,” tegas Restu.
Sebelumnya, ia resmi terpilih sebagai Ketua Himapol FISIP Universitas Siliwangi melalui forum musyawarah mahasiswa yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026.
Restu berhasil terpilih melawan kotak kosong yang menandakan kuatnya konsolidasi internal organisasi sekaligus menjadi titik awal kepemimpinan baru di kalangan mahasiswa politik kampus tersebut.
“Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan kolektif. Saya melihat ini sebagai tanggung jawab besar untuk membangun kultur intelektual yang progresif dan berintegritas,” ujarnya.
Restu juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader melalui program-program strategis berbasis riset dan advokasi. Menurutnya, mahasiswa politik tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus terlibat aktif dalam praktik demokrasi dan pengawasan kebijakan publik.
Ia menilai, tantangan politik Indonesia ke depan semakin kompleks, mulai dari polarisasi masyarakat, rendahnya kepercayaan publik terhadap institusi politik, hingga problem klasik seperti korupsi dan oligarki.
Dalam pandangannya, perbaikan politik Indonesia ke depan harus dimulai dari reformasi sistemik, termasuk transparansi dalam proses politik, penguatan lembaga pengawas, serta pendidikan politik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berbasis meritokrasi, bukan semata-mata relasi kekuasaan.
Restu mendorong agar partisipasi politik generasi muda tidak berhenti pada momentum elektoral semata, tetapi juga berlanjut dalam pengawasan kebijakan dan keterlibatan dalam proses legislasi. Ia menilai, demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan publik yang aktif dan berkesadaran.
“Kita harus meninggalkan ego sektoral. Gerakan mahasiswa harus solid dan terarah agar mampu memberikan tekanan yang konstruktif terhadap kebijakan publik,” tandasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Restu berharap Himapol FISIP Universitas Siliwangi dapat menjadi motor penggerak diskursus politik yang berkualitas serta melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.
BERITA TERKAIT: