Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan Presiden Amerika Serikat Trump dan para hadirin berlindung di balik meja mereka setelah tembakan terdengar, sementara orang-orang berteriak “Bersembunyi!” dan “Tetap bersembunyi!”
Trump kemudian dilarikan dari lokasi kejadian oleh agen Dinas Rahasia, setelah itu agen bersenjata lengkap mengepung meja tersebut.
Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa dia, sang istri Melania Trup, Wakil Presiden JD Vance dan anggota kabinet lainya aman.
Ia mengaku akan segera mengadakan konferensi pers dari Gedung Putih.
“Kami akan berbicara dengan Anda dalam setengah jam. Saya telah berbicara dengan semua perwakilan yang bertanggung jawab atas acara tersebut, dan kami akan menjadwal ulang dalam 30 hari," kata Trump, seperti dikutip dari
Al Jazeera. Dinas Rahasia AS mengatakan penembakan terjadi di area pemeriksaan dan satu orang telah ditahan.
“Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum sedang aktif menilai situasi,” kata badan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya hubungan pemerintahan Trump dengan media arus utama.
Menjelang acara, hampir 500 jurnalis pensiunan menandatangani petisi yang menyerukan perlawanan terhadap tekanan terhadap kebebasan pers.
Kritik juga datang dari pakar etika media Kelly McBride yang menyebut jamuan tersebut kini sangat buruk.
Meski situasi berhasil dikendalikan, penembakan itu memunculkan pertanyaan serius mengenai celah pengamanan di salah satu agenda elite paling ketat di Washington.
Hingga Sabtu malam, otoritas masih menyelidiki insiden tersebut dan belum memastikan apakah penembakan itu terkait ancaman langsung terhadap Presiden Trump atau sekadar aksi terpisah di sekitar lokasi acara.
BERITA TERKAIT: