Aksi yang digelar
Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jawa Timur itu
berlangsung di depan Polda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,
Jumat, 24 April 2026.
Mahasiswa dari berbagai kampus turun ke
jalan menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi intervensi asing yang
dinilai bisa mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, hingga politik
nasional.
“Kami tidak menolak keberadaan NGO, namun kami menolak
segala bentuk intervensi asing yang berpotensi mengganggu keutuhan
bangsa. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas aliran dana
yang mencurigakan,” kata koordinator aksi, Figo.
Ia lantas menyindir kinerja aparat penegak hukum yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam merespons isu ini.
“Sayangnya,
sampai saat ini kepolisian dan kejaksaan tidak melakukan apa-apa
seperti macan ompong. Padahal, ketenteraman, persatuan, stabilitas
nasional sedang dipertaruhkan. Di mana nyali Kapolri dan Jaksa Agung
saat kondisi negara secara diam-diam sedang terancam?” sindirnya.
Mahasiswa
juga mendorong pemerintah memperketat pengawasan terhadap aktivitas
NGO, terutama yang memiliki sumber pendanaan dari luar negeri.
Transparansi pendanaan menjadi kunci agar kegiatan lembaga tidak
bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Aksi berlangsung
tertib dengan pengawalan aparat. Di akhir kegiatan, perwakilan massa
menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak kepolisian dan kejaksaan.
Dalam
tuntutannya, massa meminta aparat mengusut tuntas dugaan aliran dana
asing ke NGO, mendesak pemerintah memperketat regulasi transparansi
pendanaan, serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap
potensi intervensi asing.
BERITA TERKAIT: