Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, kehadiran KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta sejumlah mantan Panglima TNI dan purnawirawan senior menunjukkan adanya konsolidasi besar dalam menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak global.
Menurut Amir, dalam perspektif analisa intelijen, langkah Sjafrie mengumpulkan para senior militer itu merupakan sinyal bahwa negara sedang membangun sinkronisasi persepsi strategis menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan politik domestik.
“Dalam analisa intelijen, ketika Menteri Pertahanan mengumpulkan para mantan Panglima dan senior TNI, itu menandakan ada kebutuhan sinkronisasi persepsi strategis,” kata Amir, dikutip Minggu 26 April 2026.
Amir menjelaskan, negara ingin memastikan bahwa stabilitas nasional memiliki dukungan penuh dari seluruh spektrum kekuatan pertahanan, baik unsur aktif maupun purnawirawan.
Dalam pertemuan itu, hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama tokoh-tokoh senior seperti Wiranto, Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, Agum Gumelar, dan sejumlah purnawirawan lainnya.
Amir menilai, forum tersebut menjadi sangat penting karena Indonesia sedang berada dalam fase sensitif, terutama di tengah tekanan geopolitik kawasan Indo-Pasifik, rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, ketegangan Laut China Selatan, hingga konsolidasi besar pemerintahan nasional.
“Ketika Menhan menyampaikan hasil komunikasi dengan pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat kepada para purnawirawan, itu artinya pemerintah ingin memastikan tidak ada ruang bagi disinformasi strategis,” kata Amir.
BERITA TERKAIT: