Trump mengatakan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan membuang banyak waktu jika tetap berangkat ke Islamabad.
Ia bahkan menegaskan bila Iran ingin membuka jalur negosiasi, itu bisa dilakukan melalui saluran telepon.
"Yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon," tegasnya, seperti dikutip dari
BBC.
Meski membatalkan misi diplomatik, Trump membantah keputusan itu menandakan perang akan kembali pecah.
“Tidak, bukan berarti begitu. Kami belum memikirkannya. Kami memiliki semua kartu, mereka tidak memilikinya!” ujarnya.
Pembatalan itu terjadi tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi meninggalkan Islamabad usai bertemu mediator Pakistan.
Usai pertemuan, Aragchi mengaku telah menyampaikan posisi Teheran terkait kerangka yang dapat mengakhiri perang secara permanen.
Namun ia menilai belum bisa melihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi damai atau tidak.
Langkah Trump dipandang menjadi pukulan bagi jalur diplomasi yang sudah tersendat, meski sebelumnya Washington memperpanjang gencatan senjata yang sedianya berakhir 22 April.
Perselisihan soal blokade Selat Hormuz dan isu program nuklir Iran masih menjadi batu sandungan utama perundingan.
BERITA TERKAIT: