Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan perlu segera ditangani. Menurutnya, DPRD masih mendalami pihak yang bertanggung jawab atas lambatnya penanganan bangunan sekolah yang telah roboh selama sekitar dua tahun.
"Ya memang memprihatinkan masalah ini. Kami juga masih menginvestigasi letak kelalaiannya ada pada siapa. Hal tersebut tentunya tidak bisa dibenarkan," kata Rany kepada RMOL, Rabu, 23 Juli 2026.
Meski demikian, politikus Partai Gerindra itu meminta seluruh pihak lebih mengedepankan penyelesaian persoalan agar kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 segera mendapatkan kepastian.
"Tapi mari kita fokus untuk solusi penanganannya, agar sekolah SDN 09 Pagi Kebayoran Lama ini diperjelas kondisi keberadaannya," ujarnya.
Rany mengaku Komisi E DPRD DKI Jakarta juga baru mengetahui persoalan tersebut. Ia mempertanyakan mengapa kondisi sekolah yang telah roboh selama dua tahun baru menjadi perhatian publik saat ini.
"Jujur kami di Komisi E juga sama-sama baru mengetahui masalah ini. Heran juga kenapa baru ketahuan sekarang setelah dua tahun robohnya," ungkapnya.
Menurut Rany, DPRD memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi di lapangan apabila tidak ada laporan dari masyarakat. Karena itu, ia menilai partisipasi publik sangat penting dalam mengawal pelayanan pemerintah, termasuk di sektor pendidikan.
"Tentunya kami juga punya keterbatasan dalam informasi bila tidak dibantu oleh masyarakat. Masalah ini menjadi bukti nyata bahwa peran serta masyarakat sangatlah penting," tuturnya.
Rany memastikan DPRD DKI Jakarta akan mengawal proses penyelesaian persoalan tersebut agar renovasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dapat segera direalisasikan.
"Kita kawal penyelesaiannya, semoga sekolah tersebut dapat segera direnovasi," tandasnya.
BERITA TERKAIT: