Momentum tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Perdamaian Nusantara yang mengusung tema “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day.”
Pesan perdamaian datang dari berbagai kalangan, termasuk Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão.
“Selamat Hari Perdamaian Nusantara! Peace! Peace! Peace!” seru Xanana.
Direktur Eksekutif Visions of Peace Initiative (VOPI), Princess Natasha Dematra, mengatakan pesan tersebut menegaskan bahwa perdamaian tidak mengenal batas negara dan perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Perdamaian menyatukan kita lintas negara. Kita mungkin memiliki sejarah, budaya, dan latar belakang yang berbeda, tetapi kita membagi harapan yang sama: agar generasi setelah kita dapat hidup di dunia yang lebih damai,” ujar Natasha dalam keterangan yang dikutip redaksi, Senin 21 September 2026.
Hari Perdamaian Nusantara pertama kali dideklarasikan pada 3 September 2019 di Yogyakarta. Gerakan tersebut digagas mendiang Prince Dr. Damien Dematra, yang semasa hidupnya dikenal sebagai Prince of Peace, dengan membawa pesan toleransi, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Sejak awal, Hari Perdamaian Nusantara dirancang untuk berjalan seiring dengan semangat Hari Perdamaian Internasional yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, dialog, aksi kemanusiaan hingga pelibatan anak muda. Pada 2026, rangkaian kegiatan digelar di sejumlah lokasi dengan melibatkan ratusan anak dan generasi muda.
Salah satu agenda utamanya adalah pembacaan Ikrar Hari Perdamaian Nusantara. Melalui ikrar ini, generasi muda diajak menghormati sesama, menjaga persaudaraan, mengedepankan dialog, serta memperlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema PBB tahun ini yang menekankan bahwa perdamaian tidak hanya dibangun melalui perundingan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, komunitas maupun lingkungan sekitar.
Natasha menilai pesan dari PM Xanana Gusmão semakin memperkuat semangat tersebut.
“Pesan perdamaian dari PM Xanana Gusmão menjadi bagian dari semangat yang sama bahwa perdamaian menyatukan masyarakat lintas negara dan harus terus diteruskan,” tuturnya.
Tujuh tahun setelah dideklarasikan, semangat yang ditanamkan Prince Dr. Damien Dematra kini diteruskan oleh generasi muda.
“Semoga semangat perdamaian yang dibangun oleh ayah saya dapat terus bergaung dari generasi ke generasi, dari Nusantara untuk dunia. Peace! Peace! Peace!” tutup Natasha.
BERITA TERKAIT: