Dua SDN di Jaktim Rusak, DPRD DKI Minta Pemkot Bertindak Cepat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Jumat, 11 September 2026, 23:00 WIB
Dua SDN di Jaktim Rusak, DPRD DKI Minta Pemkot Bertindak Cepat
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji. (Foto: Dok. ddjp)
Kecil Besar
rmol news logo Keselamatan siswa terancam akibat kondisi bangunan dua sekolah dasar negeri di Jakarta Timur yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.

DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Kota Jakarta Timur segera turun ke lapangan memastikan kondisi bangunan dan mencegah terjadi kecelakaan. Sekolah yang mendapat sorotan yaitu, SDN 03 Pondok Kopi dan SDN 01 Malakasari.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji mengatakan, laporan tersebut berasal dari masyarakat. Sehingga perlu segera diverifikasi pemerintah daerah.

“SDN 03 Pondok Kopi dibangun sejak 1979 dan kini kerusakannya parah,” ujar Ongen dalam rapat kerja Komisi A DPRD DKI Jakarta bersama jajaran eksekutif, Selasa  8 September 2026.

Menurut Ongen, kondisi bangunan menjadi semakin berisiko ketika hujan deras disertai petir. Sejumlah ruangan disebut-sebut sudah tidak layak digunakan. “Risikonya sangat besar,” kata Ongen.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar terganggu. Saat hujan, siswa dan guru terpaksa mencari bagian sekolah yang dianggap lebih aman. Menghindari kebocoran maupun potensi bahaya dari bangunan.

“Tidak mungkin siswa terus menghindar saat hujan,” kata Ongen.

Ia juga menyebut SDN 01 Malakasari mengalami persoalan serupa. Karena itu, Pemkot Jakarta Timur diminta tidak menunggu sampai terjadi insiden untuk mengambil tindakan.

“Ada dua sekolah yang saya dapat laporannya. Ini harus segera ditinjau,” tegas Ongen.

Jangan Tunggu Ada Korban

Ongen menyadari rehabilitasi sekolah bukan merupakan kewenangan utama Komisi A. Namun, menurut dia, setiap pengaduan masyarakat yang menyangkut keselamatan warga harus diteruskan ke perangkat daerah yang berwenang.

“Tetapi ini pengaduan warga,” ungkap politisi Partai NasDem itu.

Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menganggap persoalan kerusakan bangunan sekolah sebagai masalah administratif. Jika kondisi bangunan membahayakan, penanganan menjadi prioritas.

Terlebih, hujan deras dan petir dapat meningkatkan risiko terhadap bangunan yang sudah mengalami kerusakan. “Jangan sampai ada yang celaka karena sekolah tidak layak,” kata Ongen.

Karena itu, Ongen meminta pemeriksaan lapangan dalam waktu dekat. Menentukan langkah penanganan. “Mohon segera menjadi perhatian dan dilakukan peninjauan,” pungkas Ongen. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA