Sekretaris Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna, Sharon Wirani, menyampaikan keberatan terhadap pemberitaan di media yang dinilai tidak berimbang dan memojokkan karena hanya memuat keterangan dari salah satu pihak tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi dari pengurus.
"Kami ini profesional yang punya perusahaan sendiri atau bekerja diluar ATR. Di pemberitaan ditulis seolah-olah nama kami terkesan jelek. Seharusnya ada berita berimbang," ujarnya, di markas Dewan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin, 14 September 2026.
Sharon mengatakan, pihaknya datang ke DPRD DKI bukan sekadar memberikan bantahan, tetapi membawa data dan bukti mengenai kinerja pengurus. Ia menyebut berbagai pertanggungjawaban telah dilakukan, termasuk Rapat Umum Luar Biasa (RUALB) 13 Des 2025 dan 10 Jan 2026 untuk membahas Anggaran 2026, Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) 30 Apr 2026 dan 23 Mei 2026 untuk agenda Laporan Kepengurusan dan Laporan Keuangan Audited 2025, hingga penyusunan buku kinerja kepengurusan 2025.
"Ini kan tanda kami serius bekerja. Ada audited report 2025 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Kami sudah siap memaparkan ini kepada warga," katanya.
Namun, Ia menyayangkan RUTA 23 Mei 2026 yang seharusnya menjadi ruang pertanggungjawaban tersebut justru berlangsung ricuh, bahkan sebelum pengurus menyampaikan tata tertib dan laporan tersebut, mikrofon dikuasai, palu rapat direbut, serta tempat duduk pengurus dikepung.
Menurut Ketua Pengurus P3SRS ATR, Nurseto Ardiputranto, pada RUTA tersebut, ada warga yang bahkan baru pertama kali hadir mencoba menenangkan suasana tapi malah mengalami tekanan. Usianya sekitar 70 tahunan dan malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika mencoba meminta agar semua pihak berbicara sopan sebagai tetangga.
Sharon menilai warga dan pemilik memiliki hak untuk mengetahui pengelolaan uang yang mereka sudah bayarkan melalui Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), karena itu, seharusnya berikan kesempatan pengurus untuk memaparkan pertanggungjawabannya terlebih dahulu. Baru jika ada pertanyaan terkait laporan tersebut, silahkan ditanyakan, sepanjang disampaikan melalui mekanisme yang semestinya.
Karena kondisi rapat Mei 2026 dinilai tidak lagi kondusif, Ketua P3SRS Apartemen Taman Rasuna, Nurseto Ardiputranto, akhirnya memutuskan menutup RUTA tersebut. Keputusan diambil juga setelah pihak pengurus dan notaris yang hadir disebut mendapat intimidasi.
Pihak pengurus kini meminta DPRD DKI dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman turun tangan menjadi mediator agar forum pertanggungjawaban dapat kembali digelar secara aman dan tertib.
Pengurus telah menyepakati tanggal 26 September 2026 sebagai jadwal RUTA Pertama dan 3 Oktober sebagai RUTA kedua. Namun, pihaknya meminta adanya jaminan keamanan agar kejadian kericuhan dan intimidasi serupa tidak kembali terjadi.
"Kalau sampai terjadi lagi seperti ini, kami belum memaparkan sudah disabotase, mohon maaf kami tidak mau melakukan RUTA kembali tahun ini hingga tahun depan. Karena RUTA itu harus memberikan kenyamanan dan keamanan kepada warga," katanya.
Sharon juga membantah anggapan bahwa pengurus tidak bertanggung jawab terhadap kondisi Apartemen Taman Rasuna. Ia menjelaskan pengurus baru ditunjuk pada 11 Januari 2025 dan selama menjalankan tugas telah melakukan berbagai perbaikan walau masih bertahap.
Salah satu persoalan yang kerap dipersoalkan warga adalah kondisi lift. Menurut Sharon, Apartemen Taman Rasuna telah berusia sekitar 30 tahun dan memiliki total 39 lift sehingga perawatan dan perbaikan membutuhkan proses bertahap.
"Berharap fasilitas yang berusia 30 tahun bisa dibereskan dalam satu tahun, saya rasa tidak masuk akal," katanya.
Terkait dugaan penyalahgunaan dana, Sharon meminta pihak yang menuduh menunjukkan bukti. Ia menegaskan pengurus siap mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan.
"Kalau misalkan ada tuduhan kami menyelewengkan uang, kami melakukan kriminal, apa pun itu, buktinya mana? Faktanya mana? Kan tidak bisa menuduh tanpa bukti, data dan fakta" tegasnya.
Bahkan, Ketua P3SRS, Nurseto menyebut kas organisasi mengalami peningkatan sekitar 45 persen selama satu setengah tahun masa kepengurusan. Kondisi keuangan akhir 2025 tersebut dapat dilihat dari laporan keuangan audit yang telah diposting dalam website kepenghunian.
Warga yang aktif menyampaikan protes hanya sekitar beberapa orang. Sementara Apartemen Taman Rasuna memiliki 3.069 unit.
Begitu pun jumlah warga yang hadir dalam forum RUTA maupun RUALB umumnya berkisar 100 hingga 120 orang. Kalaupun jumlah tersebut bisa mencapai sekitar 150+ orang pun saat pemilihan pengurus pengawas.
Sharon berharap audiensi dengan DPRD DKI dapat membuat informasi mengenai persoalan di Apartemen Taman Rasuna menjadi lebih berimbang. Nurseto meminta dinas terkait hadir dalam proses penyelesaian agar pertanggungjawaban pengurus kepada warga dapat berjalan lancar, aman dan nyaman.
BERITA TERKAIT: