Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi mengatakan, timbulan sampah di wilayah Bogor mengalami peningkatan dua ton yang bersumber dari 11 SPPG.
"Sebelum ada MBG, volume sampah yang kita layani mencapai 550 ton per hari, namun dengan ditambah 11 SPPG seberat dua ton, maka kita akumulasikan ada sekitar 552 ton per hari," kata Deden, dikutip dari
RMOLJabar, Sabtu 16 Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, 70 persennya di buang ke TPA Galuga, dan 30 persen dikelola di TPS menggunakan metode pengurai budidaya magot.
Deden mengaku SPPG di Kota Bogor memang sudah lebih dari 100 titik. Namun pelayanan yang dilakukan DLH secara langsung ada 11 SPPG, sehingga SPPG lainnya yang tersebar di enam kecamatan sebagian besar di kelola oleh masyarakat melalui TPS-TPS di tingkat kelurahan.
"Sebetulnya kita sudah anjurkan ke SPPG di Kota Bogor untuk mengelola sampahnya menggunakan metode budidaya magot," kata Deden.
Sebab di sana, kata Deden, ada nilai ekonomis yang bisa mereka olah, misalnya dari budidaya magot maka sampah yang diurai bisa menjadi pupuk, ditambah magotnya juga bisa menjadi pakan ikan dan unggas.
BERITA TERKAIT: