“Keberangkatan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA),” kata Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA dikutip dari
RMOLAceh, Minggu 4 Januari 2025.
Menurut MTA, pada tahap kedua ini, relawan ASN difokuskan membersihkan fasilitas pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK).
Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembelajaran tatap muka yang direncanakan kembali aktif pada 5 Januari 2026.
“Konsentrasi penugasan terbesar diarahkan ke Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak cukup berat,” kata MTA.
MTA mengatakan, para relawan diberangkatkan dengan dukungan penuh dari SKPA masing-masing, termasuk penyediaan peralatan kerja serta kebutuhan dapur umum.
Setibanya di lokasi, relawan akan berkoordinasi dengan pos komando kabupaten/kota dan bergabung dengan unsur lain, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Penugasan relawan ASN akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan menyeluruh di seluruh wilayah terdampak.
“Berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra Pemerintah Pusat," pungkas MTA.
BERITA TERKAIT: