Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 18 Februari 2026, 15:07 WIB
Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh
Tradisi Meugang di Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara (Foto: Bakom RI)
rmol news logo Menyambut bulan suci Ramadan, Presiden Prabowo Subianto menyedekahkan 1.455 ekor sapi untuk mendukung tradisi Meugang di Aceh. 

Tradisi Meugang adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh memasak dan menyantap daging (sapi/kerbau) bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu sehari sebelum Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha

Bantuan tersebut menjadi penguat semangat warga yang masih berada dalam fase pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah pada November 2025 lalu.

Antusiasme masyarakat terlihat saat pembagian sapi berlangsung di berbagai daerah, termasuk di Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara. 

Warga setempat mengaku bantuan tersebut memberi kebahagiaan tersendiri di tengah situasi sulit yang mereka alami. 

“Sedekah dari Presiden Prabowo sangat menyenangkan hati karena (kami) sedang dalam keadaan musibah kayak ini. Hari Meugang kami sangat meriah seperti-seperti yang dulu,” kata seorang warga Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara, seperti dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Warga Desa Geudumbak pun tampak kompak menyiapkan Kuah Beulangong, gulai tradisional khas Aceh yang identik dengan tradisi Meugang. 

Sapi bantuan tersebut didistribusikan melalui relawan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) bersama sejumlah kelompok relawan lainnya, lalu disembelih untuk dimasak secara gotong royong.

Proses memasak dilakukan menggunakan wajan berukuran besar dengan bahan bakar kayu, sementara nasi dimasak dalam jumlah besar agar dapat dinikmati bersama seluruh warga. 

Daging sapi yang dalam bahasa Aceh dikenal sebagai leumo menjadi bahan utama pembuatan Kuah Beulangong, sajian yang sarat makna kebersamaan dalam menyambut Ramadan. 

“Orang Aceh bilang ini Kuah Beulangong. Itu sudah puas sekali karena ini tradisi yang paling diutamakan kalau di Aceh ini,” kata warga tersebut.

Setelah masakan matang, masyarakat berbondong-bondong menikmati hidangan secara bersama-sama. Meski masih diliputi suasana duka akibat bencana, warga tetap berupaya mempertahankan tradisi Meugang sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. 

“Sangat menyenangkan hati. Kami tidak sanggup membalas kekasihannya. Hanya kami serah kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Selain menyalurkan sapi melalui relawan, pemerintah juga mengalokasikan bantuan kemasyarakatan senilai Rp72,5 miliar untuk mendukung pelaksanaan Meugang bagi masyarakat terdampak bencana. 

Sebanyak 1.455 sapi Meugang sebelumnya telah diserahkan secara simbolis kepada 19 pemerintah kabupaten/kota oleh Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, pada 10 Februari 2026 lalu.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA