Gubernur yang akrab disapa Emil itu mengatakan, pihaknya mencoba menguatkan pondasi generasi milenial Jawa Barat dengan program tersebut. Masagi adalah filosofi Sunda yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang mendalam. â€Jelema Masagi†artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan.
Grand desain Jabar Masagi menekankan pada nilai pendidikan karakter, yakni dengan mengembalikan pendidikan budi pekerti yang bisa berdampak pada akhlak sosial serta mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.
Implementasi Jabar Masagi ialah seluruh program praktik baik di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat yang mampu menumbuhkan generasi muda di Jawa Barat sebagai manusia berbudaya yang memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata).
Selain itu, Jabar Masagi merupakan bagian dari upaya menciptakan manusia unggul Jawa Barat lahir batin.
“Kenapa harus ada Jabar Masagi? Sebab pemerintah merasa penyamarataan kurikulum pendidikan terdapat nilai positif dan negatifnya," ujar Emil seperti dilansir
RMOL Jabar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Adam mengatakan, selain penandatangan bersama 27 bupati/wali kota se-Jawa Barat, pihaknya mengundang 612 unsur. Di antaranya Kadisdik 27 kabupaten/kota, Kepala Bappeda 27 kabupaten/kota, MKKS, MKPS, guru SMA/SMK/SLB hingga forum OSIS Jawa Barat.
"Rencananya, konsep acara dikemas seperti drama teatrikal dengan lokasi yang didesain artistik," kata Hadadi.
Panitia juga akan menghadirkan pemeran Dilan, Iqbal Ramadan. Nantinya, dia bersama Gubernur Jawa Barat akan memandu prosesi aktivasi media sosial Jabar Masagi. Dengan nama akun Instagram dan Twitter yakni @jabarmasagi_ serta Facebook: Jabar Masagi.
[yls]
BERITA TERKAIT: