“Program 1.000 pramudi Mikrotrans berdaya tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Ahmad Sholih, dikutip Kamis 23 April 2026.
Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan secara menyeluruh sebelum berkesempatan bergabung sebagai pramudi Mikrotrans dalam ekosistem layanan transportasi Jakarta.
Menurut Sholih, proses pembekalan dirancang komprehensif, mulai dari pelatihan teknis hingga pembentukan karakter kerja.
Dengan demikian, peserta tidak hanya terampil mengemudi, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang tinggi.
“Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta,” kata Sholih.
Program ini juga melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, dan operator transportasi publik guna menciptakan ekosistem kerja yang inklusif serta membuka akses kerja yang lebih luas.
Adapun syarat pendaftaran meliputi pria dan wanita berusia 22 hingga 45 tahun, memiliki KTP DKI Jakarta, pendidikan minimal SMA atau sederajat, serta memiliki SIM A aktif atau lebih tinggi. Pelamar juga wajib memiliki pengalaman mengemudi kendaraan manual minimal satu tahun.
Seluruh peserta diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi dan pelatihan hingga selesai.
BERITA TERKAIT: