Surat edaran ini berisi imbauan mencegah hal yang tidak diinginkan selama lebaran. Salah satunya, imbauan untuk wajib lapor kepada para RT/RW jika hendak pulang ke kampung halamannya.
"Saya akan buat secepatnya surat edarannya dan ini bersifat wajib. Supaya RT/RW juga mengetahui kalau keadaan rumah benar-benar kosong. Apalagi ini liburnya cukup panjang," ucap Danny lewat keterangan tertulisnya, Jumat (8/6).
Dia meminta warga yang mudik memperhatikan kondisi rumah dengan baik. Warga harus memastikan kompor, listrik, dan peralatan lainnya dimatikan saat mudik.
Sementara mengenai persiapan Idul Fitri di Makassar, Danny memastikan bahwa persiapan tahun ini lebih siap dibandingkan dengan tahun lalu. Termasuk soal pengendalian terhadap harga dan stok pangan jelang lebaran.
"Merujuk masalah pangan, contohnya seperti daging tahun lalu itu harganya masih Rp 100 ribu, tahun ini normal Rp 95 ribu. Cabai dan bawang merah pun normal juga. Beras pasokannya cukup," jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar, sambungnya, juga sudah melakukan konsolidasi menghadapi lonjakan arus balik. Danny mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan TNI, Kapolrestabes Kota Makassar bersama Mabes Polri dengan seluruh jajaran Polda se-Indonesia terkait pengamanan lebaran.
"Kita sudah berkoordinasi soal persiapan arus balik maupun tingkat keamanan di masing-masing sudut kota," demikian Danny.
[sam]
BERITA TERKAIT: