Sidang yang digelar selama dua hari, yakni tanggal 27 dan 28 September ini secara resmi oleh Ketua GBC Malindo, Malaysia Menteri Pertahanan Malaysia YB Dato' Seri Hushammuddin Tun Hussein dan Menhan RI Ryamizard.
Dalam pidato sambutannya, Ryamizard mengatakan bahwa Sidang ke-40 GBC Malindo tersebut memiliki peran penting dalam memelihara dan meningkatkan hubungan kedua negara. Indonesia dan Malaysia, sambungnya, merupakan dua negara dalam tataran regional yang dapat menentukan stabllitas dan kemajuan kawasan Asia Tenggara.
"Dalam berbagai hal kedua negara memlliki banyak kesamaan, seperti terdapat pertautan kepentingan, baik dalam konteks regional maupun konteks internasional," ujarnya dalam pidatonya seperti keterangan yang diterima redaksi.
Oleh karena itu, Ryamizard berharap bahwa momen tersebut dapat menjadi wadah strategis untuk memfasilitasi kepentingan naslonal kedua negara.
Di sisi lain, ia pun mengakui bahwa forum kerja sama Malindo telah mengalami banyak kemajuan dan mengahasilkan manfaat yang sangat konkrit bagi Indonesia dan Malaysia, baik dalam mengatasi masalah keamanan di perbatasan maupun dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan.
"Kerja sama ini juga telah meningkatkan kesejahteraan, perekonomian serta sosial budaya kedua negara yang saling berkaitan dengan perlintasan orang dan barang," tandasnya.
Sidang ke-40 GBC Malindo yang dihadiri delegasi kedua negara ini membahas permasaIahan seputar perbatasan di kedua negara serta bidang-bidang operasi dan non operasi, yang mencakup aspek security dan prosperity.
Turut hadir bersama Menhan sejumlah delagasi perwakilan dari Indonesia seperti Mabes TNI. Mabes Angkatan. Polri, Bakamla. Basarnas, BIN serta pewakilan dari Kementerian Luar Negeri, Dirjen Imigrasi Kemkumhan, Kementerian Dalam Negeri dan Dirjen Bea Cukal Kementerian Keuangan.
[mel]
BERITA TERKAIT: