BANJIR BIMA

Siti Asfah Meninggal Dunia Setelah Terseret Arus Sungai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 03 Januari 2017, 06:59 WIB
Siti Asfah Meninggal Dunia Setelah Terseret Arus Sungai
Ilustrasi/Net
rmol news logo . Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat setelah turun hujan dengan intensitas cukup deras.

Banjir melanda Kecamatan Sape dan Wawo Kabupaten Bima pada Senin (2/1), pukul 17.55 WITA.

"Banjir yang terjadi tidak sebesar banjir pada 21 Desember lalu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (3/1).

Jelas Sutopo, penyebeb rentan banjir Bima karena kondisi sungai yang sudah tersedimentasi sehingga dangkal, daerah aliran sungai yang kritis, kondisi tanah sudah jenuh air, dan kurangnya kawasan resapan air.

Banjir merendam beberapa wilayah di Kabupaten Bima, seperti, Desa Nae dan Desa Sangiang, Kecamatan Sape air naik sampai ke permukaan sungai, namun tidak masuk ke permukiman warga. Desa Parangina Kecamatan Sape, air meluap hingga ke sawah (luasan masih dalam pendataan), tidak masuk ke permukiman warga. Dan Desa Gusu, Bugis, Kecamatan Sape air meluap hingga ke permukiman warga setinggi lutut, namun air sudah mulai surut pukul 20.00 WITA.

"Banjir menyebabkan satu korban meninggal dunia atas nama Siti Asfah (40) warga Desa Tarlawi, Kecamatan Wera yang terseret arus sungai ketika pulang dari ladang," sebut Sutopo.

BPBD Bima bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan elawan telah melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik disiapkan untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Pendataan juga masih dilakukan.

"Diprediksi curaah hujan akan tinggi selama Januari hingga Maret 2017. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada," demikian Sutopo. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA