Karena itu, peran penyuluh agama dinilai semakin penting sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan agama tidak cukup hanya membahas persoalan di permukaan, tetapi harus mampu memberikan jawaban yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
"Banyak dinamika dan pergesekan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat. Dalam situasi seperti itu, agama diharapkan dapat menjadi solusi," kata Thobib di sela paparan program Peaceful Muharam 1448 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama saat ini memiliki lebih dari 30 ribu penyuluh agama, dengan sekitar 20 ribu di antaranya aktif bertugas. Keberadaan mereka dinilai strategis untuk memperkuat harmoni sosial, ketahanan masyarakat, serta mendukung program pembangunan.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ketahanan keluarga. Thobib menyoroti masih tingginya angka perceraian, terutama karena gugatan cerai yang diajukan perempuan lebih banyak dibandingkan pihak suami.
"Di sinilah penyuluh agama memiliki peran besar untuk hadir secara lebih nyata dan lebih dekat dengan masyarakat," katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan umat dan penyebaran informasi yang akurat di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, para pemimpin agama perlu terus hadir memberikan penjelasan dan pencerahan kepada masyarakat.
Thobib berharap media turut menjadi mitra dalam menghadirkan informasi yang akurat sekaligus mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
"Kami berharap rekan-rekan media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu menghadirkan informasi yang akurat dan mendorong lahirnya solusi bagi berbagai persoalan masyarakat," ujarnya.
BERITA TERKAIT: