Pelayaran ini akan membawa 79 taruna tingkat dua dari angkatan ke-73 Akademi Angkatan Laut (AAL) dan peserta dari negara-negara sahabat, setelah menyelesaikan etape I dari Surabaya ke Jakarta.
“Delapan negara sahabat yang akan dikunjungi, KRI Bima Suci membawa taruna-taruna dari Akademi Angkatan Laut dan beberapa negara,” ujar Laksamana Ali.
Rute pelayaran meliputi Surabaya–Jakarta–Belawan–Sri Lanka–Singapura–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Bitung, sebelum kembali ke Surabaya. Total jarak yang ditempuh mencapai 16.877 nautical mile (NM) selama 124 hari.
Selain 79 taruna AAL yang didampingi perwira pendamping dan kru kapal, pelayaran ini juga diikuti 52 peserta delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara, termasuk negara-negara sahabat seperti Australia, Cina, Kanada, beberapa negara Afrika, dan Eropa. Total peserta yang ikut mencapai 131 orang.
“Ini pelayaran astronomi. Mereka akan belajar ilmu perbintangan, ilmu astronomi, dan navigasi lingkaran besar,” kata Laksamana Ali.
Menanggapi situasi global yang memanas, terutama konflik Amerika Serikat–Israel versus Iran, Laksamana Ali memastikan keamanan pelayaran KRI Bima Suci. “Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, para Duta Besar, Atase Pertahanan, serta Atase Militer dan Atase Angkatan Laut di negara-negara tujuan. Dipastikan mereka aman,” ujarnya.
BERITA TERKAIT: