Dikutip dari CNBC International, Kamis 17 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4 persen pada Rabu, waktu setempat. Kebijakan tersebut berlawanan dengan keinginan Trump yang selama ini mendorong suku bunga lebih rendah untuk menekan biaya pinjaman dan mendukung aktivitas ekonomi.
Tak lama setelah keputusan itu diumumkan, Trump kembali menyampaikan tuntutannya melalui unggahan di Truth Social.
"Turunkan suku bunga untuk Amerika Serikat, dan secepatnya!" tulis Trump. Ia menilai suku bunga AS seharusnya berada di level 1 persen atau kurang.
Meski mengkritik keputusan The Fed, Trump mengatakan dirinya masih mempercayai Ketua The Fed Kevin Warsh yang sebelumnya ia nominasikan untuk memimpin bank sentral AS. “Ya,” jawab Trump ketika ditanya apakah dirinya masih percaya kepada Warsh.
Trump kemudian mengarahkan kritiknya kepada jajaran dewan The Fed. “Dewan itu sangat bermusuhan. Mereka sangat politis. Mereka melakukan hal yang salah,” kata Trump.
Ia menilai kenaikan suku bunga dilakukan karena alasan politik dan bukan berdasarkan kondisi ekonomi AS.
Sementara itu, The Fed memiliki pertimbangan berbeda dalam menentukan kebijakan. Dalam pernyataannya, bank sentral mengatakan inflasi masih tinggi.
Proyeksi terbaru para pejabat The Fed juga menunjukkan sebagian besar masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya, sehingga kebijakan bank sentral saat ini masih jauh dari target suku bunga 1 persen yang diinginkan Trump.
BERITA TERKAIT: