PM Inggris Jadi Sasaran Penipuan, Pelaku Mengaku Ajudan Trump

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 18 Agustus 2026, 15:24 WIB
PM Inggris Jadi Sasaran Penipuan, Pelaku Mengaku Ajudan Trump
PM Inggris Andy Burnham (Foto: Website Pemerintah Inggris)
Kecil Besar
rmol news logo Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, dilaporkan sempat bertukar pesan dengan seseorang yang mengaku sebagai Susie Wiles, Kepala Staf Gedung Putih.
HUT RMOL news

Mengutip laporan Politico, Selasa, 18 Agustus 3026, Burnham mengirimkan beberapa pesan melalui saluran komunikasi yang tidak disebutkan kepada seseorang yang diyakininya sebagai Wiles. 

Namun, Burnham kemudian mulai mencurigai identitas orang tersebut.

Insiden itu dinilai cukup serius hingga Kedutaan Besar Inggris di Washington mengangkat persoalan tersebut kepada pihak Gedung Putih. 

Dua sumber yang dikutip Politico menyebutkan, belum diketahui kapan pertukaran pesan itu terjadi maupun isi percakapannya.

Kantor Burnham di Downing Street enggan berkomentar terkait dugaan aksi penipuan tersebut. 

Burnham mulai menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada 20 Juli, menggantikan mantan pemimpin Partai Buruh Keir Starmer. Dia bukan politikus Inggris pertama yang menjadi korban modus penipuan serupa.

Pada 2024, pemerintah Inggris merilis rekaman percakapan telepon yang memperlihatkan Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, David Cameron, tertipu oleh seseorang yang mengaku sebagai mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

Kementerian Luar Negeri Inggris ketika itu menjelaskan bahwa rekaman tersebut dirilis untuk mencegah upaya pelaku memanipulasi rekaman percakapan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA