Mengutip laporan
Politico, Selasa, 18 Agustus 3026, Burnham mengirimkan beberapa pesan melalui saluran komunikasi yang tidak disebutkan kepada seseorang yang diyakininya sebagai Wiles.
Namun, Burnham kemudian mulai mencurigai identitas orang tersebut.
Insiden itu dinilai cukup serius hingga Kedutaan Besar Inggris di Washington mengangkat persoalan tersebut kepada pihak Gedung Putih.
Dua sumber yang dikutip
Politico menyebutkan, belum diketahui kapan pertukaran pesan itu terjadi maupun isi percakapannya.
Kantor Burnham di Downing Street enggan berkomentar terkait dugaan aksi penipuan tersebut.
Burnham mulai menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada 20 Juli, menggantikan mantan pemimpin Partai Buruh Keir Starmer. Dia bukan politikus Inggris pertama yang menjadi korban modus penipuan serupa.
Pada 2024, pemerintah Inggris merilis rekaman percakapan telepon yang memperlihatkan Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, David Cameron, tertipu oleh seseorang yang mengaku sebagai mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko.
Kementerian Luar Negeri Inggris ketika itu menjelaskan bahwa rekaman tersebut dirilis untuk mencegah upaya pelaku memanipulasi rekaman percakapan.
BERITA TERKAIT: