Keputusan itu diambil hanya beberapa pekan setelah dirinya meninggalkan jabatan perdana menteri dan akan memicu pemilihan sela (by-election) di London.
Starmer sebelumnya menyatakan akan tetap menjadi anggota parlemen hingga pemilu Inggris berikutnya yang dijadwalkan pada 2029. Namun, setelah melalui sejumlah pertimbangan, ia memilih mengakhiri masa pengabdiannya di parlemen yang telah dijalani selama 11 tahun.
Kepada Camden New Journal, Starmer mengatakan dirinya telah memutuskan bahwa kini merupakan waktu yang tepat untuk menyerahkan kursi tersebut kepada penerusnya.
Ke depannya Starmer mengaku akan mencurahkan perhatian pada urusan internasional, termasuk sektor pertahanan, keamanan, perdagangan, dan teknologi seiring perubahan dunia yang berlangsung pesat.
"Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa yang besar untuk mewakili Holborn dan St Pancras selama 11 tahun terakhir," ujarnya, dikutip Rabu, 2 September 2026.
Selain urusan internasional, Starmer menegaskan akan tetap memperjuangkan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.
"Saya juga akan terus, seperti yang telah saya lakukan sejak lama bersama pihak lain, bekerja untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan; itu adalah isu yang sangat penting bagi saya," sambungnya.
Kepergian Starmer akan memicu pemilihan sela di Holborn and St Pancras, wilayah yang selama ini menjadi basis kuat Partai Buruh.
Pada Pemilu 2024, Starmer kembali mempertahankan kursi tersebut dengan keunggulan lebih dari 11.000 suara.
Pemimpin Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri Inggris Andy Burnham memberikan penghormatan atas pengabdian Starmer.
"Dia telah mengabdikan hidupnya untuk pelayanan publik bagi negara ini, khususnya bagi mereka yang memperjuangkan keadilan," kata Burnham.
BERITA TERKAIT: