Presiden DNB Olaf Sleijpen mengatakan pemindahan dilakuman karena DNB menilai emas yang disimpan di London lebih mudah diperdagangkan dibandingkan cadangan yang berada di New York dan Ottawa.
Kemudahan transaksi itu dinilai penting agar cadangan emas dapat segera digunakan ketika menghadapi situasi krisis.
"Dengan langkah ini, kami telah meningkatkan kemampuan untuk menggunakan cadangan emas. Kami berasumsi bahwa kami tidak akan pernah perlu menggunakan emas tersebut, tetapi hal ini tetap diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," ujar Sleijpen, dikutip Kamis, 3 September 2026.
Total cadangan emas Belanda tercatat mencapai 612,4 ton dengan nilai sekitar 72,2 miliar euro pada akhir 2025. Sebelum pemindahan, 31,3 persen cadangan emas berada di New York dan 19,7 persen di Ottawa.
Setelah relokasi, porsi emas di London meningkat dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen, sedangkan 30,8 persen lainnya tetap disimpan di Belanda.
DNB menjelaskan, pemindahan dilakukan melalui kombinasi transaksi jual-beli dan pengangkutan emas secara fisik.
Lebih dari 27 ton emas fisik dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada ke Zeist, Belanda, lalu dalam jumlah yang sama dikirim dari Zeist menuju London.
Skema ini memungkinkan DNB menghindari peleburan batangan emas sekaligus menekan risiko yang muncul dalam proses pemindahan emas fisik dalam jumlah besar.
BERITA TERKAIT: