Kereta Boris Johnson dan Eks Kepala CIA Diduga Jadi Target Serangan Drone Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 14 September 2026, 12:30 WIB
Kereta Boris Johnson dan Eks Kepala CIA Diduga Jadi Target Serangan Drone Rusia
Representative Image (Foto: AI)
Kecil Besar
rmol news logo Kereta diplomatik yang membawa mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sejumlah pejabat Eropa diduga menjadi sasaran serangan drone Rusia di dekat perbatasan Ukraina-Polandia. 

Serangan terjadi tak lama setelah kereta tersebut meninggalkan Stasiun Yahodyn, Ukraina, dalam perjalanan menuju Polandia.

Operator kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengatakan kereta yang membawa Johnson, mantan Perdana Menteri Swedia Carl Bildt, serta penasihat keamanan dari sejumlah negara Uni Eropa, sengaja diberangkatkan lebih awal dari jadwal. 

Kereta itu kemudian melintas sekitar dua kilometer dari perbatasan Polandia sebelum drone Rusia menghantam kereta lain di kawasan tersebut.

“Sangat mungkin bahwa target sebenarnya dari drone Rusia itu adalah kereta diplomatik, yang telah berangkat dari stasiun lebih awal dari jadwal,” kata Ukrzaliznytsia dalam unggahan di Telegram, dikutip Senin, 14 September 2026.

Kereta yang menjadi sasaran telah dievakuasi ketika drone Rusia mendekat sehingga tidak ada korban. Sementara kereta yang ditumpangi rombongan mereka hanya menerima peringatan untuk melakukan evakuasi.

Dalam insiden tersebut, mantan Direktur CIA David Petraeus juga dilaporkan berada di Stasiun Yahodyn dengan kereta berbeda ketika serangan terjadi. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam serangan tersebut. Johnson, Bildt, dan para pejabat Eropa sebelumnya berada di Kyiv untuk menghadiri konferensi Yalta European Strategy.

Johnson mengecam serangan tersebut melalui unggahan di X. 

“Saya tidak tahu logika sesat apa yang mendorong (Presiden Rusia Vladimir) Putin untuk meledakkan lokomotif Ukraina yang sedang berhenti di perbatasan Polandia pagi ini,” tulis Johnson. 

Serangan terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer Rusia di wilayah barat Ukraina yang berdekatan dengan Polandia. 

Sebelumnya, sebuah drone Rusia juga menghantam truk kurang dari satu kilometer dari wilayah Polandia, yang sempat memaksa penutupan perlintasan Yahodyn-Dorohusk.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA