Dukungan tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Komunitas Guinea-Bissau, João Bernardo Vieira, saat melakukan lawatan diplomatik ke Rabat, Selasa, 19 Mei 2026.
Bagi Guinea-Bissau, inisiatif Sahara Maroko merupakan jalan keluar paling realistis dan kredibel guna mengakhiri sengketa regional yang telah berlangsung lama.
“Dia juga menegaskan kembali dukungan terhadap Inisiatif Otonomi Maroko, dengan mempertimbangkannya sebagai satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk sengketa regional ini,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Selain itu, Vieira menyambut baik pengesahan Resolusi 2797 Dewan Keamanan PBB pada 31 Oktober 2025.
Menurutnya, resolusi itu menjadi langkah bersejarah karena menempatkan rencana otonomi yang diajukan Maroko dalam kerangka kedaulatan Maroko sebagai dasar serius, kredibel, dan berkelanjutan untuk mencapai solusi politik atas sengketa Sahara.
BERITA TERKAIT: