Pasalnya, Presiden Prabowo dalam pidatonya menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan berbagai fasilitas pendukung sektor perikanan dan kelautan, antara lain pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan, serta fasilitas docking kapal guna memperkuat produktivitas dan daya saing nelayan Indonesia.
Sekjen HNSI, Lydia Assegaf, mewakili nelayan seluruh Indonesia berpandangan bahwa keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap sektor perikanan nasional, patut diapresiasi.
“Kami mewakili nelayan seluruh Indonesia mengapresiasi komitmen dan keseriusan Presiden Prabowo dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia. Pembangunan pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan hingga tempat docking kapal merupakan kebutuhan penting yang sangat dirasakan nelayan selama ini,” ujar Lydia Assegaf.
Lebih jauh, Lydia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini masih dalam proses pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup nelayan dan keluarganya secara berkelanjutan.
“HNSI mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, HNSI juga turut diundang menghadiri langsung Rapat Paripurna DPR-RI ke-19 sebagai bentuk keterlibatan dan representasi masyarakat nelayan dalam agenda kenegaraan yang membahas arah pembangunan nasional, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
HNSI berharap berbagai program yang telah disampaikan Presiden dapat segera direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
BERITA TERKAIT: