Dalam laporan terbaru yang dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026, capaian tersebut disebut lahir dari keberhasilan Rabat membangun stabilitas politik, mempercepat industrialisasi, memimpin transisi energi, serta memperluas pengaruh diplomatik internasional.
"Menurut "The Stimson Center", Maroko sedang membangun dirinya sebagai kekuatan menengah strategis sejati yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah karena telah secara mendalam mengubah model ekonominya selama dua dekade terakhir," ungkap laporan tersebut.
Dengan dukungan infrastruktur mutakhir, perjanjian perdagangan bebas, kedekatan geografis dengan Eropa, serta kemampuan menarik investasi asing, Maroko kini dipandang sebagai pusat logistik utama sekaligus basis strategis bagi banyak perusahaan global untuk menjangkau pasar Eropa, Afrika, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.
Laporan itu juga menyoroti pesatnya perkembangan industri otomotif Maroko yang disebut sebagai salah satu yang paling maju di Afrika.
Selain itu, ambisi energi Rabat dinilai sangat menonjol melalui investasi besar pada tenaga surya, angin, hidrogen hijau, dan transisi energi bersih.
Kompleks tenaga surya Noor Ouarzazate bahkan disebut sebagai simbol kuat visi jangka panjang Maroko untuk menjadi pemasok energi hijau strategis bagi Eropa.
Secara geopolitik, posisi Maroko disebut sangat diuntungkan oleh letaknya sebagai gerbang Afrika dan penghubung utama Eropa-Afrika.
Dalam konteks ini, pelabuhan Tangier Med dipuji sebagai salah satu kisah sukses terbesar negara tersebut.
“Tangier Med telah menjadi salah satu pelabuhan paling efisien di Mediterania dan Afrika,” tulis laporan itu, seraya menekankan peran vitalnya sebagai pusat perdagangan global dan motor industrialisasi nasional.
The Stimson Center juga menilai pengaruh diplomatik Maroko terus meningkat, khususnya di Afrika Sub-Sahara, melalui ekspansi sektor perbankan, telekomunikasi, asuransi, serta pembangunan infrastruktur.
Dukungan AS terhadap kedaulatan Maroko atas Sahara, menguatnya posisi sejumlah negara Eropa, serta bertambahnya dukungan negara-negara Afrika dan Arab terhadap rencana otonomi Maroko disebut semakin memperkokoh posisi strategis Rabat di tingkat global.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa Maroko kini memiliki fondasi kokoh untuk berkembang sebagai kekuatan industri, energi, dan geopolitik utama di Afrika dan kawasan Mediterania.
Dengan cadangan fosfat besar, potensi energi bersih, kapasitas industri yang terus tumbuh, serta stabilitas institusional yang kuat, Maroko dinilai berada pada jalur strategis untuk menjadi salah satu pusat pengaruh paling penting di benua Afrika dalam dekade mendatang.
BERITA TERKAIT: