Sikap itu tertuang dalam komunike bersama yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, dan Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu, saat peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Mengutip pernyataan resmi pada Minggu, 10 Mei 2026, Jepang menyambut Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 yang diadopsi pada 31 Oktober 2025 dan menegaskan bahwa otonomi di bawah kedaulatan Maroko, bisa menjadi salah satu solusi yang paling layak.
Tak berhenti pada dukungan politik, Jepang juga menyatakan kesiapannya untuk menerjemahkan posisi tersebut ke dalam kebijakan nyata di berbagai sektor strategis.
“Jepang siap bertindak dengan mempertimbangkan posisinya dan perkembangan situasi saat ini, termasuk di tingkat diplomatik dan ekonomi," ujar Menlu Jepang.
Tokyo turut memberikan dukungan penuh terhadap upaya Sekretaris Jenderal PBB dan utusan pribadinya dalam memfasilitasi proses negosiasi guna mencapai solusi yang adil, berkelanjutan, dan dapat diterima semua pihak.
Jepang menilai penyelesaian berbasis proposal otonomi Maroko menjadi fondasi paling memungkinkan untuk mengakhiri konflik regional yang telah lama membebani stabilitas kawasan.
Dalam komunike tersebut, Jepang juga menyerukan kepada para pihak untuk berpartisipasi dalam diskusi tanpa prasyarat dan berdasarkan rencana otonomi Maroko.
BERITA TERKAIT: