Bashir dan tiga pejabat pemerintahannya didakwa oleh ICC atas berbagai tuduhan, termasuk kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Pemerintah telah memutuskan untuk menyerahkan Bashir dan penjahat lainnya ke ICC setelah prosedur ICC diadopsi," kata Menteri Urusan Federal Buthaina Dinar dalam konferensi pers pada Sabtu (26/6).
Dia mengatakan penyerahan akan mengikuti akhir persidangan Bashir terkait korupsi dan kejahatan lainnya di pengadilan lokal, seperti yang diwartakan
Anadolu Agency.
Bashir telah memerintah Sudan selama lebih dari 30 tahun. Ia diduga melanggar konstitusi ketika melakukan kudeta terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sadik al-Mahidi pada 1989.
Selama pemerintahannya, ia berhasil bertahan dari gelombang "Arab Spring" yang membuat banyak pemimpin otoriter berjatuhan.
Namun posisinya mulai goyang ketika Sudan dilanda krisis ekonomi luar biasa hingga warga menuntut diakhirinya pemerintahan Bashir. Bashir yang menolak mundur akhirnya digulingkan militer pada April 2019.
BERITA TERKAIT: