Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Usai Bombardir Caracas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Sabtu, 03 Januari 2026, 18:56 WIB
Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Usai Bombardir Caracas
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Getty Images)
rmol news logo Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim militer AS telah melancarkan serangan skala besar ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. 

Mengutip Al Jazeera pada Sabtu, 3 Januari 2025, klaim itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu pagi, menyusul laporan ledakan keras di ibu kota Caracas.

Trump menyebut penangkapan dilakukan dalam sebuah operasi yang melibatkan penegak hukum AS. Ia juga mengklaim istri Maduro, Cilia Flores, ikut ditangkap dan keduanya “diterbangkan keluar negeri”, meski tidak dijelaskan ke mana mereka dibawa.

“Operasi ini dilakukan bersamaan dengan penegak hukum AS,” tulis Trump.

Pemerintah Venezuela sebelumnya telah menyatakan keadaan darurat nasional setelah adanya serangan yang disebut sebagai “agresi militer” Amerika Serikat. 

Serangan dilaporkan terjadi di Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Merespon klaim Trump, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez meminta Washington menunjukkan bukti atas penangkapan tersebut. Berbicara melalui sambungan telepon dengan televisi nasional, Rodriguez menegaskan dirinya mengetahui keberadaan Maduro dan istrinya.

Untuk diketahui ledakan dan kepulan asap dilaporkan terlihat di sejumlah titik Caracas pada Sabtu pagi ini. Rekaman video yang diperoleh Al Jazeera menunjukkan bola api dan asap tebal membumbung dari sebuah bangunan di dekat perairan ibu kota.

Reporter Al Jazeera Lucia Newman, yang melaporkan dari Santiago, Chili, mengatakan ledakan terjadi di sekitar Benteng Tiuna, pangkalan militer utama Venezuela.

“Benteng Tiuna adalah pangkalan militer utama di sana. Serangkaian ledakan dilaporkan terdengar di seluruh area, diikuti oleh pemadaman listrik,” kata Newman.

Jurnalis Caracas Sissi De Flavis juga menggambarkan situasi mencekam pascaserangan.

“Langit mulai menyala. Kemudian ada bola api oranye yang berpijar. Anda masih bisa mendengar pesawat terbang di atas sekarang, meskipun tidak ada ledakan sejak saat itu,” ujarnya.

Associated Press melaporkan sedikitnya tujuh ledakan dan aktivitas pesawat terbang rendah di atas Caracas. Foto yang dirilis AP menunjukkan asap mengepul di area bandara La Carlota.

Ketegangan AS-Venezuela memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang target yang dikaitkan dengan perdagangan narkoba dan menyebut Maduro sebagai pemimpin organisasi “narkoteroris”, meski tanpa bukti.

Maduro sendiri menuding Washington berupaya menggulingkan pemerintahannya dan merebut cadangan minyak Venezuela melalui sanksi serta tekanan militer. 

Ia menilai pendekatan pemerintahan Trump menunjukkan AS berusaha “memaksakan kehendaknya” terhadap Venezuela lewat “ancaman, intimidasi, dan kekerasan”. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA