Menteri Dalam Negeri Masoud Andarabi mengatakan kepada wartawan di lokasi bahwa kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak.
"Sembilan orang tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat bom mobil itu," kata Andrabi kepada wartawan di lokasi pemboman, seperti dikutip dari
Euro News, Minggu.
Ia menekankan bahwa di antara yang terluka termasuk anggota parlemen Khan Mohammad Wardak, yang disebut-sebut sebagai yang ditargetkan dalam serangan itu.
"Jumlah korban bisa bertambah," kata Andrabi.
Serangan itu mengguncang kota yang telah dilanda gelombang kekerasan mematikan dalam beberapa bulan terakhir, meskipun Taliban dan pemerintah terlibat dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik panjang negara itu.
Sumber keamanan mengatakan bom mobil meledak di barat ibu kota.
"Itu adalah ledakan dahsyat yang menyebabkan banyak kerusakan rumah di sekitarnya," kata sumber itu.
Rekaman gambar di televisi menunjukkan setidaknya dua mobil terbakar, dengan asap hitam tebal mengepul ke langit.
Wardak mengatakan serangan itu terjadi ketika kendaraan yang ditumpanginya bersama anggota parlemen lain, melewati persimpangan di lingkungan Khoshal Khan di Kabul. Ledakan itu membakar kendaraan sipil, serta merusak bangunan dan toko di dekatnya.
"Musuh Afghanistan melakukan serangan teroris terhadap Khan Mohammad Wardak," kata Presiden Ashraf Ghani dalam sebuah pernyataan yang mengutuk pemboman itu.
Pernyataan Ghani tidak secara langsung menyalahkan Taliban atas serangan hari Sabtu atau menawarkan bukti bahwa kelompok itu bertanggung jawab atas serangan itu.
Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan Taliban membantah keterlibatan mereka.
BERITA TERKAIT: