Dilaporkan AP, Pria berusia 30 tahun, yang namanya belum dirilis sejalan dengan undang-undang privasi Jerman, juga menghadapi 90 dakwaan lainnya termasuk karena menyebabkan cedera tubuh dan kejahatan lain yang lebih ringan.
Dia dituduh mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lebih dari 50 kilometer per jam (30 mph) dan melalui kerumunan orang yang sedang menyaksikan prosesi tradisional kota ‘Rose Monday’ yang melibatkan banyak anak, dalam upaya untuk membunuh mereka pada 24 Februari 2020.
Beruntung tidak ada yang meninggal karena aksi gilana itu, tetapi dia melukai 90 orang, termasuk 20 orang yang membutuhkan rawat inap.
Dia dituduh telah merencanakan serangan itu dan memasang kamera dasbor untuk merekamnya. Jaksa penuntut mengatakan tersangka tidak sedang dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan pada saat kejahatan itu terjadi.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: