PM Malaysia: OPEC Tidak Efektif, Mereka Selalu Berselisih Satu Sama Lain

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 13 November 2018, 16:22 WIB
PM Malaysia: OPEC Tidak Efektif, Mereka Selalu Berselisih Satu Sama Lain
Mahathir Mohamad/Net
rmol news logo Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) belum efektif dalam menstabilkan harga minyak, yang lebih bergantung kepada produksi serpih AS daripada tindakan kelompok antarpemerintah.

Demikian ditegaskan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengutip CNBC, Selasa (13/11).

"OPEC tidak efektif. Mereka selalu berselisih satu sama lain sehingga mereka tidak bisa membuat keputusan," kata Mahathir.

Komentar Mahathir datang kurang dari sebulan sebelum OPEC dan anggota non-OPEC dijadwalkan bertemu di Wina, Austria untuk memberikan suara pada keputusan kebijakan mereka berikutnya.

Produsen minyak utama itu mulai memangkas produksi pada Januari 2017 untuk menguras kelebihan minyak mentah global yang mengirim harga minyak dari lebih dari 100 dolar AS per barel menjadi di bawah 30 dolar AS.

Harga minyak memang pulih, tetapi ketegangan perdagangan antara AS dan China, meningkatnya suku bunga dan pelemahan mata uang di pasar negara berkembang telah menimbulkan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak.

Malaysia adalah negara penghasil minyak. Akibatnya, analis di Fitch baru-baru ini mengatakan penurunan harga minyak akan merusak upaya negara itu untuk memangkas utangnya karena ketergantungan pada pendapatan minyak. Tetapi Mahathir mengatakan ekonomi Malaysia lebih beragam daripada apa yang biasanya dipikirkan.

"Kami tidak bergantung pada pendapatan minyak. Anda tahu, kami adalah produsen kecil minyak, 600.000 barel per hari - tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan negara-negara seperti Saudi, yang sepenuhnya bergantung pada pendapatan minyak," kata perdana menteri.

"Kami memiliki sumber pendapatan lain. Kami memproduksi banyak minyak sawit, yang digunakan untuk mengambil harga yang cukup bagus. Kami juga memiliki 82 persen dari ekspor kami yang terdiri atas barang-barang manufaktur, jadi bagaimana Anda bisa mengatakan kami bergantung pada pendapatan minyak?" tambahnya.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA