Militer Korea Selatan mengatakan, rudal teranyar tersebut mencapai ketinggian sekitar 770 km dan menempuh jarak 3.700 km, sebelum mendarat di laut lepas Hokkaido, Jepang.
Merespon hal tersebut, pakta pertahanan atlantik utara (NATO) menilai tindakan Korea Utara itu bukan hanya melanggar resolusi PBB, tapi juga sikap sembrono yang mengancam perdamaian dunia.
Atas alasan itu juga, Sekjen NATO Jens Stoltenberg melalui akun jejaring
Twitter @jensstoltenberg mengecam negeri yang kini dipimpin Kim Jong Un tersebut. Ia meminta kepada negara-negara di dunia untuk mengecam aksi Korut.
"Peluncuran misil Korea Utara itu merupakan pelanggaran lagi resolusi PBB, suatu ancaman besar sembrono terhadap perdamaian dan keamanan internasional yang memerlukan respons global," tegasnya.
Rudal terbaru yang diluncurkan Korut dari distrik Sunan, Pyongyang tercatat bisa menjangkau Pangkalan Militer AS di Guam, Samudera Pasifik yang berjarak 3.400 km dari Pyongyang. Guam pernah menjadi sasaran ancaman Korea Utara dalam menanggapi latihan militer besar-besaran Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Namun demikian, Komando Pasifik Amerika menyatakan bahwa peluncuran misil balistik jarak sedang (IRBM) itu tidak mengancam Guam.
Senada dengan itu, Komando Pertahanan Antariksa Amerika Utara (NORAD) memastikan bahwa misil balistik Korut bukan ancaman bagi Amerika Utara.
[ian]
BERITA TERKAIT: