Pihak maskapai mengatakan kepada kantor berita SPA bahwa maskapai bekerja dengan otoritas penerbangan sipil negara itu, GACA, untuk menerapkan langkah-langkah keamanan baru untuk penerbangan yang menuju AS yang diumumkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pekan lalu.
Maskapai itu sendiri memiliki rute penerbangan dari bandara di Jeddah dan Riyadh menuju Amerika Serikat.
Sementara itu, maskapai Emirates yang berbasis di Dubai yang juga merupakan maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, mengatakan pada hari Selasa (4/7) bahwa pihaknya sedang berupaya menerapkan langkah-langkah untuk mencabut larangan tersebut.
Pada hari Minggu, Amerika Serikat mencabut larangan laptop di kabin dengan penerbangan dari Abu Dhabi ke Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa Etihad Airways telah menerapkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat.
Turkish Airlines mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya memperkirakan larangan untuk dicabut pada penerbangan dari Turki pada 5 Juli.
Pada bulan Maret, Amerika Serikat melarang laptop di kabin dengan penerbangan ke Amerika Serikat yang berasal dari 10 bandara di delapan negara, yakni Mesir, Maroko, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Turki untuk mengatasi ketakutan bahwa bom bisa disembunyikan di perangkat elektronik yang diambil di penerbangan.
[mel]
BERITA TERKAIT: