Cak Imin Awasi Langsung Pelaksanaan Haji 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 21 Mei 2026, 11:24 WIB
Cak Imin Awasi Langsung Pelaksanaan Haji 2026
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat yang juga tergabung dalam misi Amirul Hajj 2026, Muhaimin Iskandar usai memimpin rapat koordinasi di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Kemenhaj)
rmol news logo Penyelenggaraan ibadah haji 2026 pada fase keberangkatan jemaah dinilai berlangsung tertib dan terkendali. Proses mulai dari pemberangkatan di embarkasi, pemeriksaan kesehatan, hingga kedatangan jemaah di Madinah dan Makkah berjalan sesuai skema yang telah disiapkan pemerintah.

Atas kelancaran tersebut, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan pihak terkait yang terlibat dalam pelayanan jemaah haji Indonesia tahun ini.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat yang juga tergabung dalam misi Amirul Hajj 2026, Muhaimin Iskandar usai memimpin rapat koordinasi di Makkah, Arab Saudi.

"Secara khusus, kami menyoroti seluruh rangkaian perjalanan pelaksanaan haji sejak keberangkatan sampai hari ini berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan," ujar Cak Imin, sapaan karibnya, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Cak Imin, Pemerintah Arab Saudi telah menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang luar biasa dalam mempermudah pelaksanaan ibadah haji, termasuk melalui penyesuaian sistem dan optimalisasi pengaturan layanan di lapangan.

Memasuki fase berikutnya, Kementerian Haji dan Umrah RI bersama instansi terkait kini mengalihkan fokus penuh pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Berdasarkan jadwal, puncak ibadah haji 1447 H akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijjah 1447 H). Pada hari tersebut, jemaah haji Indonesia akan mulai digerakkan secara bertahap menuju Arafah.

Cak Imin menjelaskan pemerintah memberikan perhatian khusus pada beberapa aspek krusial demi menjamin kelancaran fase kritis ini, antara lain koordinasi ketat diperlakukan untuk mengatur jadwal keberangkatan dan pergerakan bus jemaah agar tidak terjadi penumpukan saat puncak Armuzna.

Lalu memastikan distribusi katering tepat waktu serta kesiapan fasilitas tenda pendukung di Arafah dan Mina.
Serta menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan petugas medis yang sigap mengawal jemaah selama fase mabit (bermalam) dan lempar jumrah di Mina hingga akhir prosesi haji.

"Bagi para jemaah haji, mohon untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kesehatan. Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan yang prima, tanpa ada halangan," pungkasnya. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA