Riyadh menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan kedua negara Teluk dan dapat mengganggu upaya menjaga stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diunggah di platform media sosial X, kerajaan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang tidak dapat diterima.
"Arab Saudi mengutuk keras agresi brutal Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Bahrain dan Kuwait," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Arab Saudi juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk serangan yang menyasar negara-negara Teluk. Menurut Riyadh, tindakan semacam itu tidak hanya mengancam keamanan kawasan, tetapi juga melemahkan berbagai upaya internasional untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah.
"Kerajaan menolak serangan-serangan yang merusak kedaulatan negara-negara Teluk bersaudara dan melemahkan upaya internasional yang bertujuan memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan," lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, Arab Saudi kembali menegaskan solidaritasnya kepada Bahrain dan Kuwait. Kerajaan menyatakan mendukung setiap langkah yang diambil kedua negara untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional mereka.
Riyadh juga menyampaikan belasungkawa kepada Kuwait atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan tersebut.
"Kerajaan juga menyampaikan belasungkawa kepada Kuwait dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah Kuwait melaporkan satu orang tewas dan sedikitnya 60 orang mengalami luka-luka akibat serangan Iran yang menargetkan fasilitas sipil di negara itu. Serangan tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk area bandara.
BERITA TERKAIT: