Begitu hasil survei terbaru yang dilakukan survei Chatham House-Kantar baru-baru ini.
Dalam survei itu ditemukan bahwa sebanyak 65 persen dari mereka yang diwawancarai di Belgia, Jerman, Yunani, Spanyol, Prancis, Italia Austria, Hungaria dan Polandia mengatakan Uni Eropa, sambil berusaha menjaga hubungan baik dengan Inggris, seharusnya tidak berkompromi dengan prinsip intinya.
Hanya 18 persen orang di sembilan negara yang percaya sebaliknya, yakni bahwa komisi Eropa harus bertujuan untuk menjaga agar Inggris sedekat mungkin, dengan mengorbankan prinsip-prinsipnya, selama perundingan, yang dimulai pada hari Senin kemarin.
Dari mereka yang disurvei di sembilan negara kontinental, 57 persen mengatakan Uni Eropa telah dilemahkan oleh Brexit, sementara 46 persen merasa kepergian Inggris akan buruk bagi blok tersebut. Sebaliknya, 70 persen warga Inggris merasa Uni Eropa akan menderita akibat Inggris.
Survei tersebut mewawancarai lebih dari 1.000 orang di masing-masing dari 10 negara termasuk Inggris awal tahun ini sebelum pemilihan di Belanda dan Prancis.
Pemilihan pemain tengah pro-Eropa Emmanuel Macron di Prancis pada khususnya memberi dorongan pada blok tersebut. Perekonomian zona euro juga berkembang lebih cepat daripada di Inggris atau AS. Kebingungan Inggris mengenai strategi Brexit yang diadopsi juga telah membantu mewujudkan opini UE.
Survei Pew pekan lalu menemukan persetujuan yang lebih tinggi untuk Uni Eropa sejak voting Brexit, yakni 63 persen responden di 10 negara Uni Eropa memiliki pandangan yang baik mengenai blok tersebut. Angka tersebut menandai kenaikan tajam dari musim semi tahun lalu, dengan opini baik naik 18 poin di Jerman dan Prancis, 15 di Spanyol, 13 di Belanda - dan 10 di Inggris. Hanya 18 persen responden kontinental yang ingin negara mereka meninggalkan Uni Eropa. Demikian seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: