Dalam pernyataannya, UE menegaskan bahwa serangan yang disengaja terhadap lokasi sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta mengancam keamanan dan stabilitas regional.
"Serangan yang disengaja oleh Iran terhadap situs-situs sipil ini tidak dapat diterima, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, dan mengancam keamanan serta stabilitas regional," menurut pernyataan tersebut, dikutip Kamis, 4 Juni 2026.
UE juga mendesak semua pihak untuk segera menurunkan ketegangan dan melaksanakan sepenuhnya Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 guna mencegah konflik yang lebih luas.
Selain itu, blok tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan berharap seluruh korban luka dapat segera pulih.
Pernyataan itu muncul setelah Iran melancarkan gelombang serangan baru di kawasan Teluk Persia pada Rabu, di tengah berlanjutnya saling serang dengan Amerika Serikat. Eskalasi terbaru ini dinilai mengancam gencatan senjata yang masih rapuh serta menghambat upaya perundingan damai antara kedua negara.
Di Kuwait, seorang warga dilaporkan tewas dan sejumlah penerbangan terpaksa dihentikan setelah serangan rudal dan pesawat nirawak, termasuk yang menyasar bandara internasional negara tersebut. Sementara itu, militer AS menyatakan telah menembak jatuh sejumlah drone Iran di dekat Selat Hormuz dan sehari sebelumnya melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm di Iran.
BERITA TERKAIT: