Ini adalah kali pertama seorang Perdana Menteri Pakistan yang tengah menjabat duduk di hadapan agen investigasi.
Kantor Sharif pada awal pekan ini mengkonfirmasi perdana menteri telah menerima sebuah surat panggilan oleh Tim Investigasi Gabungan (JIT), yang dibentuk oleh Mahkamah Agung untuk menyelidiki klaim korupsi yang muncul setelah kebocoran Panama Papers. Dikatakan dia akan menghadiri sebuah wawancara pada hari Kamis.
Pasar saham Pakistan merosot 4 persen karena berita tersebut mengganggu investor. Para investor khawatir bahwa ketidakstabilan demokrasi yang rapuh akan merusak ekonomi yang telah menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Sharif membantah melakukan kesalahan atas keluarganya yang diduga menggunakan perusahaan lepas pantai untuk membeli flat mewah di lingkungan London yang mewah, dan mengatakan bahwa kekayaan keluarganya diperoleh secara legal.
Juru bicaranya tidak menanggapi permintaan komentar atas perkembangan terakhir.
Pada bulan April, Mahkamah Agung memutuskan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyingkirkan Sharif dari kantor di belakang bocoran Panama Papers, namun memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.
Tim JIT terdiri dari anggota badan sipil, seperti Badan Investigasi Federal (Federal Investigation Agency / FIA), serta anggota badan militer yang kuat, termasuk agen Inter-Services Intelligence (ISI).
[mel]
BERITA TERKAIT: